Minggu, 20 Maret 2011

FF : I Think ... I Love You [Chapther 5]



Author: Eonni k4D / @Eonn1k4D / facebook / blogspot
Genre: Romance
Rating: PG15
Cast
  • Jung Yong Hwa
  • Lee Jong Hyun
  • Seo Hyo Rim 
  • Kang Min Hyuk
Lenght : Chapthered
Disclamer : Member CNBlue adalah benar namun karakter dan cerita adalah milik author
Pernah diposting di: http://ffcnblue.blogspot.com


Note : Chapther 1Chapther 2 , Chapther 3 , Chapther 4



 
Mentari pagi perlahan menegaskan sinarnya menyinari bumi. Kicauan burungpun menyambut kehangatan pancarannya. HyoRim menghela nafas panjang dan senyum tersemat dibibirnya kala membuka pintu depan.

“ Darimana saja kau semalam ?.” tanya YongHwa yang sudah berdiri di balik pintu mengagetkan.

“ Aah aa .. mianhe YongHwa-ssi aku lupa ngasi tau dan hpku lowbat jadi … “ jawab HyoRim tergagap.

“ Kau pergi kemana dengan JongHyun hingga baru pagi ini pulang ?.” tanya YongHwa lagi dengan ketus.

“ Pergi ke Busan dan terpaksa nginap disana … .”

“ Mwooo .. kau pergi ke Busan ? Dan tidur dengan dongsaengku … Dasar kau memang yeoja pintar yg bisa menilai potensi  seorang lelaki. Kuakui JongHyun tampan, kaya dan terkenal playboy tapi tak kusangka kau bisa jatuh dalam pelukannya setelah kau bersikukuh bahwa kau adalah yeoja baik-baik… Aaaiisshhh .” YongHwa tidak melanjutkan kata2 nya. HyoRim pucat pasi mendengar kata-kata YongHwa.

“ Ani aniyoo .. kau salah mengerti YongHwa-ssi. Dengarkan penjelasanku … “

“ Cukup. Aku nggak mau dengar apa-apa lagi darimu. Dan sebenarnya akupun nggak berhak mengatur hidupmu, entah dengan siapa kau berkencan atau kau tidur … aku tak peduli. Yang kupedulikan jangan lakukan itu di depanku apalagi di rumahku ini. Kalau kau keberatan silahkan keluar dari sini .” YongHwa mengakhiri ucapannya dengan membanting pintu dan pergi keluar rumah.
Taklama terdengar deru mobil keluar dari halaman rumah. HyoRim sesaat tak bisa berkata apa-apa, nafasnya seakan akan menghilang dari paru-paru.

HyoRim pov

Ya Tuhan …. jantungku seakan berhenti berdetak. YongHwa-ssi kenapa marah sekali ? Ohh Tuhan tanganku kenapa jadi gemetar begini, kenapa mataku jadi berair begini. Jangan menangis .. nggak boleh menangis. Nggak boleh menangis

Author pov

“ Haaaahh kenapa aku seperti ini. Seperti orang cemburu saja.” gerutu YongHwa sambil memukul stir mobil jengkel (emberrrr #plak)

“ Pakai menyangkal nggak tidur bareng JongHyun pula. Dasar perempuan sama saja. Aaaahh knapa juga aku jadi ngomong sendiri begini….” omelan YongHwa terputus dering hp. Diraihnya hp yang tergeletak di kursi sampingnya. Aiisshh malah bergeser lebih jauh. Konsentrasi YongHwa terbagi saat coba meraih hp yang terus bunyi di sudut kursi ..

“ Dapaaaattt … “ dan …

“ Ya Tuhaaaann aku akan mati. Aarrggghhh ” teriak YongHwa. Suara decit rem, klakson dan benturan body mobil berpadu memecah pagi yang hangat ini.

---

HyoRim berlari tergesa di sepanjang lorong Rumah Sakit. Telpon dari Kang Min Hyuk yang mengabarkan jika YongHwa mengalami kecelakaan membuatnya hampir jatuh pingsan di rumah.

“ Suster pasien kecelakaan yang baru saja masuk ditempatkan dimana ?.” tanya HyoRim pada staff di balik meja resepsonis RumKit.

“ Ehh bukannya kau Seo HyoRim mahasiswi nursing yang pernah magang disini setahun lalu. Masih ingat pada eonni ?.” tanya suster penjaga itu.

“ Omoo kau eonni Kim .. miaan aku tidak memperhatikanmu tadi. Aku sedang buru2.” jawab HyoRim.

“ Siapa yang kecelakaan ?.” tanya eonni Kim.

“ YongHwa-ssi. Jung Yong Hwa, katanya baru saja masuk pagi tadi, dirawat di ruang apa ? Bagaimana keadaannya ?.” nurse Kim tersenyum mendengar pertanyaan HyoRim yang bertubi-tubi.

“ Dia siapamu ?.” tanya nurse Kim sambil membaca daftar pasien yang baru masuk hari ini.

“  Dia majikanku. Dongsaengnya baru saja menelpon dan mereka baru bisa datang nanti siang atau malam nanti karena semua sedang ada di tempat lain. Dan hanya aku yg saat bisa menemaninya .”

“ Mereka ? memangnya ada berapa doangsaengnya apakah mereka tampan ?.” tanya Kim sambil berjalan di koridor menuju ruangan YongHwa.

“ Tiga dan semuanya tampan .” HyoRim tersenyum mendengar pertanyaan nurse Kim. Dia sadar bahwa eonni mengalihkan pembicaraan agar dia tidak cemas. Begitulah salah satu tugas seorang perawat. Menenangkan keluarga pasien.

“ Majikanmu tidak apa-apa. Hanya kepalanya terbentur, gegar otak ringan begitu. Dan kata polisi yang mengantarnya kemari dia juga bakal kena tilang karena menyetir sambil bertelepon. Untung kecelakaan tunggal kalau sampai melibatkan banyak orang, hukumannya bisa berat.” kata nurse Kim sambil membaca jurnal rekap pasien di tangannya.

“ Waahh tumben teledor, padahal biasanya YongHwa-ssi termasuk orang yang berhati-hati.” HyoRim menanggapi penjelasan nurse Kim.

“ Ini kamarnya. Kalau sampai sore nanti dia tidak lagi muntah, boleh pulang.”

“ Khamsahamnida eonni .” kata HyoRim.

HyoRim pov

Kubuka pintu kamar YongHwa. Aaah tertidur pulas dia pasti pengaruh obat tidur. Manis juga tempelan perban di dahi ini. Pasti kau pusing berat YongHwa-ssi. Kalau di lihat dari dekat begini ternyata kau semakin tampan dan bulu matamu kenapa panjang sekali, melebihi punyaku. Ihh bikin ngiri aja. Dan bibir yang pernah menciumku … [#plak jangan nglantur]

Author pov

HyoRim mendekatkan wajahnya mengamati paras YongHwa yang terlihat damai. Diamatinya lekat-lekat bulu mata YongHwa yang membuatnya iri itu. Tiba-tiba YongHwa membuka mata membuat HyoRim terkejut setengah mati.

“ Kau mau mencuri kesempatan untuk menciumku ?.” tanya YongHwa sinis. Idiihh orang sakit masih tajam juga mulutnya.

“ Anii .. aku hanya mengecek kau masih bernafas atau tidak .” jawab HyoRim.

“ Kau mengharapkan aku mati ya ?.” tuduh YongHwa sambil mengernyitkan kening kesakitan.

“ Kalau iya kenapa ?.” tantang HyoRim kesal sedari tadi pagi dia sudah kena marah YongHwa.

“ Aiisshh ini orang … “ gerutu YongHwa kesal dan mencoba bangkit dari tempat tidur.

“ Yaa .. kau belum boleh bangun YongHwa-ssi. Baru nanti sore kalau kau sudah tidak muntah lagi di perbolehkan pulang. Sementara ini kau masih di observasi dokter.” cegah HyoRim lembut sambil menahan bahu YongHwa dengan lengannya. Seakan terlihat sedang merangkul YongHwa. Pemandangan itulah yang dilihat MinHyuk saat masuk kamar YongHwa.

“ Eheemm…ehem...” MinHyuk berdehem membuat dua kepala menoleh kearahnya. Pipi HyoRim bersemu merah melihat kerdip jahil di mata MinHyuk.

“ Kaauu … gara2 telponmu tadi pagi aku kecelakaan tau. Sedang apa kau disini.” omel YongHwa kesal. HyoRim beringsut mundur. Senyum MinHyuk semakin lebar mendengar omelan YongHwa.

“ Memangnya harus ada alasan jika aku menelponmu hyung ?. Annyeong HyoRim apa kabarmu ?.” MinHyuk malah menyapa HyoRim tanpa mempedulikan hyungnya.

“ Kabar baik MinHyuk-ssi. Katanya tadi waktu ditelpon kau  baru bisa sampai nanti malam. Begitu pula dengan JungShin dan JongHyun. Kok cepat sekali ?.”

“ Sebenarnya aku sudah ada di kota ini dari semalam.Dan tadi pagi aku mau kerumah mengunjungi kalian tapi karena takut nggak ada orang makanya aku nelpon hyung dulu. Eehh malah gara2 telponku dia kecelakaan. Baboo … knapa dia nyetir nggak pake headset.” jawab MinHyuk santai seolah YongHwa obyek yg sedang di bicarakan tidak ada di tempat. HyoRim tersenyum mendengar jawaban MinHyuk sedangkan YongHwa semakin jengkel malihat kedua orang itu.

“ Yaa hapeku jatuh di kolong tau .” omel YongHwa mecoba bangun. Buru-buru HyoRim mencegahnya.

“ Sudah kubilang jangan bangun dulu nanti akan semakin pusing dan muntah. Kalau kau muntah lagi nggak bakal bisa pulang sore ini.” kata HyoRim.

“ Sok tau ah .” gerutu YongHwa tapi mau nggak mau menuruti perkataan HyoRim karena kepalanya semakin sakit seakan dipukuli palu.

“ Aaiisshh apa kau lupa kalau aku itu calon perawat berlesensi. Hal-hal semacam ini aku pasti tahu bodoh .”

“ Mwoolla  kau calon perawat ? .” potong MinHyuk dengan raut muka berseri yang sejak tadi hanya memperhatikan mereka. Aih aih 5 bulan sejak terakhir kali bertemu saat pemakaman appa, ternyata banyak hal yang telah berubah dan tak diketahuinya.

“ Hanya dokter bodoh yang akan mempekerjakan kamu kalau kelak lulus. Itupun jika lulus .” guman YongHwa pelan. HyoRim kesal mendengarnya.

“ Beruntunglah aku Tuhan …. “ kata MinHyuk membuat heran HyoRim dan YongHwa.

“ Aku butuh perawat dan kuharap kau mau jadi perawatku. Belum lulus nggak apa-apa yang penting kau sudah ada lisen untuk magang kerja kan ?.” kata MinHyuk lagi.

“ Apa maksudmu MinHyuk-ssi. Aku merawatmu ?.” tanya HyoRim kaget sambil melirik raut muka YongHwa yang makin menakutkan itu.

“ Ani .. bukan merawatku. Tapi jadi asisten perawatku. Apa kau lupa kalau aku ini seorang dokter .” jelas MinHyuk.

“ Mianhe aku lupa.” HyoRim lupa kalau MinHyuk seorang dokter spesialis anak yang lumayan sukses di Daegu (salah satu kota metropolis di korea selatan)

“ Untuk apa kau butuh HyoRim sementara dia masih belum selesai kuliahnya. Dan sepertinya nggak mungkin dia pindah ketempat praktekmu itu .” YongHwa menimpali pembicaraan.

“ Aku sudah dipindahkan ke rumah sakit ini kok Hyung. Sebenarnya baru minggu depan  resminya tapi sengaja aku duluan datang karena ingin mengunjungimu sekalian cari-cari tempat untuk membuka klinik sepulang  dari dinasku di rumah sakit ini.”

“ Waaahh aku mau banget MinHyuk-ssi. Khamsahamnida.” HyoRim spontan meraih tangan MinHyuk dan menggenggamnya. YongHwa mendengus kesal melihat keduanya.

YongHwa pov

Tadi malam dia bersama JongHyun pagi ini sudah mendekati MinHyuk. Dan lihat raut wajahnya yang ceria sekali itu. Terlihat cantik sekali dia saat tersenyum begitu. Mwoo knapa aku berpikir dia cantik ? dan macam mana aku kesal begini seperti orang cemburu saja. C E M B U R U ? apakah aku memang benar2 cemburu melihatnya dengan namja lain.

---

Author pov

“ Kau mau kemana YongHwa-ssi ? Dokter bilang … “ tanya HyoRim lembut saat melihat YongHwa berusaha bangun dari tempat tidur. Diletakkannya nampan berisi semangkok sup dan segelas teh hangat pada meja.

“ Aku tahu apa kata dokter. Tapi aku bosan 2 hari ada di tempat tidur terus .”

“ Masih beruntung kau di perbolehkan pulang karena benturan di kepalamu itu ternyata cukup parah. Coba kalau MinHyuk-ssi tidak menjaminkan dirinya, pasti kau masih ada di rumah sakit yang kau bilang bau itu.” HyoRim membetulkan letak bantal di punggung YongHwa dan menyodorkan mangkuk sup.

“ Tolong habiskan biar cepat sehat dan obatnya sudah kusiapkan di situ.”

“ Letakkan saja di situ, aku nggak lapar .” tolak YongHwa. HyoRim meraih sendok dan menyuapkan sup hangat itu kedepan mulut YongHwa.

“ Makan !!. Atau nanti MinHyuk-ssi memecatku, apa kau tidak kasihan padaku ?.”

“ Aiisshh cerewet. Jangan-jangan kau bukannya mengundurkan diri dari Panti Jompo itu tapi di pecat oleh mereka. Mana ada suster yg cerewet macam gini. Dan MinHyuk dokter yg bodoh memperkerjakanmu di kliniknya .” gerutu YongHwa.

“ Yaa .. mana ada kerja part time dengan waktu yang bersamaan ? Pagi aku kuliah, sore hari harus kupilih salah satu antara Panti Jompo itu atau Klinik MinHyuk-ssi. Dan kupilih klinik karena sedari dulu aku suka dengan anak-anak. Apalagi dokternya MinHyuk-ssi.” YongHwa mencibirkan bibir mendengar penjelasan HyoRim. Perawat mana yang nggak mau kerja bersama dokter seganteng dongsaengnya itu.

“ Aduuh gimana sih nyuapinnya.” omel YongHwa saat kuah sup mengalir di sudut bibir.

“ Mian mian .” HyoRim meraih tisu dan menyeka sudut bibir YongHwa. DE  JAVU…. Jemari HyoRim bergetar di atas bibir YongHwa. Tatapan mata keduanya seakan terkunci satu dengan yang lain. Lengan YongHwa terulur meraih kepala HyoRim agar mendekat.

“ Kau memang yeoja penggoda HyoRim.” kata YongHwa sebelum melumat lembut bibir HyoRim.

---

“ Hyung, bagaimana keadaannmu. Apa kau baik baik saja ?.” seseorang tiba-tiba membuka pintu mengagetkan YongHwa dan HyoRim. Serentak keduanya melepaskan pelukan dan mendapati JongHyun berdiri di depan pintu kamar dengan sorot mata tajam penuh tanya.


bersambung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komentarnya ya