Senin, 28 Maret 2011

Love You ..... Baby [chapther 3]


Author: Eonni k4D / @Eonn1k4D / facebook / blogspot

Rating: PG15

Genre: Romance

Cast
Lee Jong Hyun
Kim Tae Hee
Moon Ra
Other cast
Yuri
Cheryl 
Park Chui An

Pernah diposting di: http://ffcnblue.blogspot.com

Disclamer : Member CNBlue adalah aseli benar milik Tuhan, tapi saat ini karakter mereka aseli milik author . he he he he

Note : Chapther 1Chapther 2  
           Story of Klan CNBlue skuel ...
           Read to I Think .. I Love You [Jung Yong Hwa story 1-6]



Lahan parkir GanGen.Ldt masih lenggang saat JongHyun memarkirkan mobilnya di salah satu sudut. Gedung yang tinggi menjulang ini tampak sangat gagah, namun JongHyun tahu bahwa manajemen perusahaan ini sangat bobrok hingga sudah terjadi pengurangan karyawan beberapa bulan terakhir ini.

Bukan tak ada maksud jika JongHyun telah lama mengamati GanGen.ltd karena seperti biasa jika ada perusahaan yang akan kolaps pastinya mereka akan butuh dana besar untuk memulihkan keadaan daripada di pailitkan oleh PTUN (ada nggak sih pengadilan niaga di Korea sana ?).

Dana segar berarti mereka butuh investor, disinilah peran ChungSam.corp yag di pimpin JongHyun. Memberikan dana investasi, menguasai paling sedikit 51 % sahamnya dan pada akhirnya dengan alasan untuk kelangsungan perusahaan maka perusahaan itu akan di lepas ke pasar nasional untuk dimiliki public. Jika saham dilepas di pasar umum biasanya harga saham itu akan melonjak naik dan itu artinya keuntungan besar untuk ChungSam.corp.

Tidak peduli jika setelah perusahaan itu terjual akan terjadi PHK besar2an. Itu sudah bukan tanggung jawab ChungSam.corp. ChungSam.corp terlihat sadis dan kejam. Yah memang begitulah.

Dengan motto “ Keluarkan modal sedikit untuk raih keuntungan besar “ JongHyun dikenal di kalangan corporate sebagai “killerman”. Karena setiap perusahaan labil yang diincarnya pasti akan jatuh ketangannya juga dengan cara apapun juga.

***

“ Apa yang terjadi didalam Yuri ?.” tanya TaeHee saat baru sampai di bilik kerjanya melihat Yuri dan beberapa rekan sekerja menempelkan telinga di pintu kantor bos mereka.

“ Sstt .. bos Park sedang ada meeting dengan orang ChungSam.corp .” jawab Yuri berbisik.

“ Jadi benar perusahaan ini akan di akuisisi ?.” tanya TaeHee lagi.

“ Yaachh sepertinya begitu. Semoga kalau sudah diakuisisi GanGen.ltd nggak dilempar ke pasar, jadi kita masih bisa bekerja disini.” timpal rekan yang lain. TaeHee hanya bisa menghela nafas dan berjalan menuju mejanya untuk mulai bekerja seperti biasa. Pegawai rendahan macam dia punya wewenang apa untuk ikut campur dalam kepuusan perusahaan. Hanya bisa pasrah saja menerima apapun yang akan terjadi guman TaeHee yang kemudian tenggelam dalam laporan2 harian.
Tak disadari oleh TaeHee pintu ruangan direktur terbuka dan keluarlah ceo ChungSam.corp diikuti Park ahjussi. Mereka berjalan agak tergesa keluar ruang. Bisik2 menggema diseluruh ruang saat ketiganya menghilang dr pandangan.

“ Kau lihat betapa masih mudanya ceo ChungSam.corp tadi .”

“ Aiigoo tampan sekali diaaa .” beberapa rekan wanitanya berucap seperti itu. TaeHee hanya mengamati punggung ceo yang di bicarakan tadi sesaat sebelum menghilang masuk elevator.

“ Tapi julukannya KillerMan memang patut disandangnya. Pandangan mata yang dingin dan mengerikan. Aiisshh tadi aku tak berani mengeluarkan sepatah katapun sewaktu di dalam.  Park ahjussi juga hanya bisa bicara .. iyaa … dan iyaa .. .” sahut Cheryl seketaris Park ahjussi yang juga sudah bergabung dengan mereka.

“ Jadi GanGen diakuisisi ?.” tanya Yuri ingin tahu. Cheryl menghela nafas sok dramatis.

“ Benar. Dan sekarang mereka sedang menuju ke notaries untuk menyelesaikan segala sesuatunya .”

“ Kenapa kau tidak ikut Cheryl, bukankah kau seketaris Park ahjussi ?.” tanya TaeHee .

“ Aku tidak di perlukan seperti kata ceo ChungSam itu. Aku di suruhnya untuk mempersiapkan data seluruh pegawai GanGen, siang ini akan diperlukannya .” jawab Cheryl

“ Eh TaeHee, bukannya kau yang mengarsip file karyawan kan ? Aku minta salinannya yah .” pinta Cheryl. TaeHee menganggukkan kepala. Dan obrolan tentang diakuisisinya GanGen dan bagaimana nasib karyawan setelah akuisisi menjadi topic hangat seharian ini.

***

“ Eomma kenapa kau diam saja dari tadi ? Apa kau lelah seharian bekerja, aku pijitin kakimu ya .” kata Moon Ra melihat ibunya yang sedari tadi hanya termenung di sofa. TaeHee tersenyum dan mengelus kepala anak gadisnya.

“ Adek di perut lagi nakal ya eomma. Hingga membuat eomma lelah, jangan nakal ya adek kasihan eomma kita.”

“ Nanti eonni belikan permen setelah kita pulang dari Uisa (dokter) dech…tapi adek tidak boleh nakal ya. Oke .” kata Moon Ra lagi sambil mengelus-elus perut ibunya yang sudah agak membuncit itu.
Itulah pemandangan yang disaksikan JongHyun dari balik jendela. Moon Ra sedang membelai perut ibunya, keduanya tersenyum penuh kehangatan. Jantung JongHyun seakan hendak berhenti berdetak melihat senyum manis keduanya itu.

“ Annyeong Moon Ra .” sapa JongHyun saat Moon Ra membukakan pintu untuknya.

“ Aaahh ternyata paman JongHyun . Ayo masuk .” kata gadis itu sambil menggandeng jemari JongHyun.

“ Bibi Lin sudah datang ya Moon Ra. Nanti kau tidak boleh nakal selama eomma pergi yaa. Dan … Eh .. kau …“ TaeHee muncul dari ruang dalam dan kata-katanya terputus di tengah saat tahu bukan Bibi Lin tetangga sebelah rumah yang datang.

“ Annyeong noona .” sapa JongHyun. TaeHee tersenyum tipis, lalu hp nya berdering

“ Yeoboseo .. bibi Lin-ah. Mwoo.. apakah parah ? Ohh tidak apa-apa .. Ne aku bisa ko bibi. Jangan kawatir, salam untuk anakmu ya semoga lekas sembuh .” sepenggal penggal ucapan TaeHee yang di dengar JongHyun.

“ Bibi Lin kenapa eomma ?.” tanya Moon Ra

“ Anak bibi Lin kecelakaan jadi bibi Lin akan pergi ke Seoul dan tidak bisa menjagamu untuk sementara waktu .” jawab TaeHee singkat dan pandangannya beralih pada JongHyun yang masih berdiri dihadapannya.

“ Eh mian JongHyun-ssi. Silahkan duduk, ada perlu apa lagi kemari. Tapi kuharap kau segera cepat karena aku akan pergi sebentar lagi .” kata TaeHee mempersilhkan JongHyun duduk.

“ Eomma akan ke dokter kandungan memeriksakan adekku.” lapor Moon Ra dihadiahi  senyum kecut TaeHee. Baru sadar kalau anak gadisnya ini sangat sangat cerewet.

“ Jadi aku boleh ikut kan eomma, bukankah bibi Lin tak bisa menjagaku.” kata Moon Ra lagi. TaeHee menanggukan kepala.

“ Jam berapa kau ada janji dengan dokter ?.” tanya JongHyun membuat TaeHee heran. Apa urusannya dengan orang ini katanya dalam hati.

“ Satu jam lagi. Kenapa ?.” TaeHee balik bertanya.

“ Boleh kuantar kalian berdua ke dokter, sekalian kujelaskan apa tujuanku datang kemari .” pinta JongHyun membuat TaeHee semakin heran. JongHyunpun juga eran kenapa dia menawarkan diri untuk mengantar TaeHee.

“ Asyiikk kita nggak usah naik bus. Ayo eomma kita segera berangkat. Kuambilkan tas eomma dahulu.” kata Moon Ra berjingkrak jingkrak senang dan segera melesat ke dalam, tak lama kemudian keluar lagi dengan membawa ras besar TaeHee. Mau tak mau TaeHee menerima dengan enggan tawaran JongHyun karena tak ingin mengecawakan anaknya.

***

“ Jadi apa maksud kedatangan anda ke rumah kami. Bukankah sudah kukatakan tidak akan menerima pengembalian uang dari pengacara anda. Mian JongHyun-ssi .” kata TaeHee saat mereka bertiga duduk menungu giliran diperiksa oleh dokter. 

Sedari tadi saat di mobil JongHyun tidak menjelaskan apapun maksud kedatangannya karena Moon Ra juga telah memonopoli pembicaraan selama perjalanan. Dari yang kegirangan karena naik mobil bagus, hingga mengomentari pemadangan dari balik jendela mobil.

“ Nanti saja kalau sudah sampai rumah. “ jawab JongHyun singkat dan dia sudah disibukkan lagi dengan ocehan Moon Ra yang bercerita tentang kegiatannya di sekolah tadi siang.

“ Nyonya Kim Tae Hee .” panggil perawat.

“ Eomma aku boleh ikut masuk ?,” tanya Moon Ra saat eommanya bangkit hendak menuju ruang periksa.

“ Tidak boleh Moon Ra. Kau harus tunggu di luar dan …. “

“ Boleh kok. Anak dan suami anda boleh ikut menemani. Silahkan .” potong suster itu mempersilahkan. TaeHee gelagapan melirik sekilas JongHyun yang juga kaget mendengar ucapan suster barusan.

“ Ayo kita temani eomma .” kata Moon Ra menarik jemari JongHyun dan kegitanya beriringan masuk ruang praktek.

“ Silahkan duduk … Wah kali ini nyonya di antar suami dan anak juga .” sapa Uisa Nomu. Semburat merah mewarnai pipi TaeHee mendengar ucapan dokter itu, saat bibirnya hendak menyangkal, JongHyun sudah memotong lebih dahulu

“ Ne .. kami berdua ingin tahu bagaimana keadaan agi (bayi) di dalam perut itu. Benarkan Moon Ra .” kata JongHyun.

“ Ne, aku ingin tahu seperti apa adekku .” jawab Moon Ra, TaeHee tak bisa berkata apa-apa mendengar perkataan JongHyun yang di akur oleh Moon Ra.

***

“ Aku tidurkan Moon Ra dahulu. Setelah itu kau bisa bicara maksud kedatanganmu kemari .” kata TaeHee sebelum beranjak ke dalam untuk menidurkan Moon Ra. JongHyun hanya anggukkan kepala dan duduk di sofa ruang tamu. Pikirannya melayang kembali ke ruang praktek dokter tadi

“ Lihat Moon Ra, itu adekmu sedang berenang di perut eomma mu .” kata dokter Nomu sambil menunjuk layar monitor USG. Nampak di layar bentuk janin yang sudah sempurna berwarna hitam putih. Jantung JongHyun berdetak semakin cepat. Begitukah bentuk calon manusia ? Begitu mungilnya begitu rapuh dan begitu indahnya. Takjub JongHyun melihatnya. Dan saat menatap perut Kim Tae Hee yang membuncit dan terbuka lebar dihadapannya hatinya jadi nggak karuan ditambah beberapa kali tatapan mereka bertemu dengan canggung. Kenapa dengan diriku ya ? tanya JongHyun dalam hati.

TaeHee pov

Haduh Tuhan jantungku nggak karuan. Bisa-bisanya JongHyun-ssi berpura-pura menjadi suamiku. Aiisshh dan sepertinya dia santai saja dengan lakon ini. Aduuh apa yang harus kulakukan ..

Author pov

“ Mian sudah menunggu lama. Jadi apa keperluan anda kemari ?,” tanya TaeHee to the point.

“ Saya sudah tahu dari pengacara jika anda menolak pengembalian uang sewa rumah ini. Namun saat ini saya juga butuh tempat tinggal sementara saya ada pekerjaan di Busan.”

“ Jadi karena rumah ini sebenarnya milik saya juga, maka saya menghendaki tinggal di sini sementara daripada saya sewa apartemen.”  JongHyun menjelaskan maksud kedatangannya.

“ Mwoo ? Anda ingin tinggal bersama saya ?.” tanya TaeHee kaget campur heran. Astaga bagaimana mungkin ? Mereka mengenal dekatpun tidak.

“ Bukan tinggal bersama dalam arti sebenarnya. Saya lihat ada bagunan paviliun terpisah di samping bangunan utama ini. Saya akan tinggal di sana, sekalian saya akan perbaiki beberapa bagian rumah ini yang sepertinya sudah rusak. Mungkin kita tidak akan sering bertemu Bagaimana ?.” tanya JongHyun. TaeHee berpikir dengan keras. Ingin menolak tapi kan rumah ini adalah benar sepenuhnya milik JongHyun.

“ Kita tidak akan saling mencampuri urusan satu dengan yang lain kan ?.” tanya TaeHee memastikan lagi.

“ Tentu saja.” kata JongHyun memastikan.

“ Baiklah.. kau boleh menempati bangunan pavilion itu. Tapi kuminta saat kau .. yah .. mungkin .. mian .. membawa teman wanitamu pulang. Tidak kau tunjukkan pada Moon Ra karena aku tidak ingin melihat dia mendapat contoh buruk dimasa pertumbuhannya.” Alis JongHyun naik beberapa senti kesal mendengar tuduhan TaeHee tenatang kehidupan pribadinya. Tau apa wanita satu ini tentang hidupku.

“ Oke, aku akan sangat berhati-hati tentang hal satu ini. Dan mungkin wanita-wanita itu tidak kubawa pulang keruma ini tapi kubawa ke hotel saja.” kata JongHyun sinis.

“ Kalau begitu aku pamit dulu. Besok noona kutelpon kapan aku mulai menempati pavilion itu. Annyeong.”

TaeHee pov

Hahh apa yang kulakukan barusan. Menyetujui dia tinggal di samping rumah ? dan apa katanya tadi ? wanita-wanita itu kan kubawa ke hotel. Benar kata infotaiment yang sering kutonton. JongHyun-ssi playboy kelas kakap. Aaarrggghhh

JongHyun pov

Aku sudah gila kali ya. Untuk apa aku ingin tinggal di paviliun bobrok itu. Sewa apartement 2-3 bulan kan juga murah. Arrgghhh


bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komentarnya ya