Kamis, 10 Maret 2011

FF : I Think ... I Love You [Chapther 2]


Author: Eonni k4D / @Eonn1k4D / facebook / blogspot
Genre: Romance
Rating: PG15
Cast
  • Jung Yong Hwa
  • Seo Hyo Rim

Other cast
  • Seo Hyun SNSD
  • Lee Jonghyun CNBLUE
Lenght : Chapthered
Disclamer : Member CNBlue adalah benar namun karakter dan cerita adalah milik author

Pernah diposting di: http://ffcnblue.blogspot.com
Note : Chapther 1

Ditemani author .. YongHwa berulang kali membaca salinan surat wasiat Ayahnya yang tak masuk akal. Terutama bagian yang mengharuskan dia untuk tinggal di rumah ini selama 1 tahun penuh. Menyebalkan ditambah ada embel-embel yeoja yg kini menjadi tanggungannya. Huuhh bukan urusanku …..

Kicau burung menemai hangat mentari yg terbit dari timur. Semalam turun hujan yg lebat hingga pagi ini udara terasa agak lembab. Walau tak bisa di pungkiri heningnya pagi di pedesaan agak menentramkan hati daripada hiruk pikuk kota Seoul .

YongHwa menegakkan tubuhnya agak kaget. Dimana aku ? .. tuh biasa bangun tidur masih blom balik nyawanya #plak. Aahh di rumah desa. Mandi trus pulang segera ke Seoul . Banyak kerjaan yg menunggu.

Saat keluar dari kamar mandi hidung YongHwa mencium bau harum seperti pasta. Kruuyuukk kruuyuukk cacing di perut kompak nyanyi karena semalam tidak sempat makan. Pasti ahjumma Sophie yg nyiapin sarapan. Thanks GOD aku memang laper banget. YongHwa bergegas menuju dapur.

“ Pagi Sophie .. bikin sarapan apa pagi ini ….  K A U … Belum pergi juga ?“ tanya YongHwa kaget saat membuka pintu dapur mendapati bukan Sophie pengurus rumah yg berada di dapur namun HyoRim sedang berdiri di depan kompor membelakanginya. HyoRim pun kaget tiba-tiba ketenangan dapur terusik krn kehadiran YongHwa.

“ Mian .. aku .. aku bikin spaghetti saus bawang. Apakah kamu mau ?.” gugup HyoRim menjawab pertanyaan YongHwa yg berdiri didepannya dengan bahasa tubuh menahan amarah. Siapa yg nggak marah wong tadi malam sudah diusir tapi pagi hari masih mendapati dirinya di sini.

“ Sudah kubilang tadi malam. Kau harus pergi sesuai isi wasiat appa. Aku tak ingin warisan ini. Arrasoo .”

“ Mana Sophie ?.” tanya YongHwa lagi.

“ Ahjumma Sophie sudah lama tidak bekerja disini lagi. Dia meminta pensiun dan aku yg menggantikan tugas2nya. Disamping itu seminggu sekali ada petugas dari Clean servis yg membersihkan seluruh rumah. Biasanya aku memang memasak dan menemani appa kamu …. “ Aiissshh MENEMANI appa kamu .. kata kata apa itu, guman YongHwa jijik sambil duduk di kursi masih mengamati HyoRim. Tidak mendapat tanggapan dari YongHwa, HyoRim melanjutkan memasak namun jemarinya gemetar dan berkeringat dingin. Pasti anak tertua Kim Ahjussi ini sudah marah besar. Tenang tenang HyoRim bisiknya dalam hati.

“ Silahkan makan .” HyoRim meletakkan sepiring spaghetti saos bawang di meja depan YongHwa. Diapun sendiri meletakkan sepiring spaghetti yg sama namun dengan porsi yg lebih sedikit.

“ Mwol masigosip’oyo. Mau dibuatkan minum apa ?.” tanya HyoRim.

“ Kopi saja. Jangan pakai gula .” jawab YongHwa singkat. Dipandanginya punggung yeoja bertubuh mungil ini. Jemarinya bergetar saat memegang cangkir kopi… Mwo apakah dia takut padaku. Seumur umur baru kali ini aku membuat cewek ketakutan. Padahal biasanya mereka dengan senang hati menempel padaku. Sabar Yong sabaaaarrr. Nanti kau bilang baik2 padanya agar segera keluar dari rumah ini dan kau bisa bebas.

Tanpa banyak kata HyoRim meletakkan cangkir kopi di depan YongHwa dan pelan2 mulai makan. Tak ada percakapan diantara mereka. Suasana sangat canggung tak mengenakkan.

“ Jadi jam berapa kau akan keluar dari rumah ini ?.” tanya YongHwa memecah keheningan meja makan.

“ Aaahh .. mian sebelumnya. Bolehkah aku menawarkan sesuatu ?.” jawab HyoRim. Semalam sudah dipikirkan masak2 hal apa yg akan dikatakan pada YongHwa jika dia diusir.

“ Kau akan menawarkan apa ? Tubuhmu sebagai ganti agar kau bisa tinggal disini seperti yg  kau tawarkan pada appaku ? Ciihh .” mata HyoRim membelalak kaget tak meyangka YongHwa akan berkata kejam seperti itu.

“ Ani .. aniyo. Aku hanya minta kesedianmu menerima isi surat wasiat itu. Hanya satu tahun saja kan kau di haruskan tinggal di rumah ini dan semua akan jadi milikmu. Bukankah pekerjaanmu bisa di pindahkan dari Seoul kemari .” jawab HyoRim setengah takut

“ Lalu apa keuntungan buatmu kalau aku menerima wasiat itu.” dasar wanita mata duitan, 1 juta won pertahun bukan jumlah yg sedikit. YongHwa tahu ayahnya meninggalkan uang yg sangat banyak dan kalau hanya untuk membiayai simpanannya ini sampai mati pasti akan cukup. Kenapa tidak ditulis saja wanita ini dapat sekian juta. Beres kan nggak merepotkanku seperti ini.

“ Aku hanya minta diijinkan tinggal disini selama 1 tahun saja. Aku sedang menyelesaikan kuliahku di tingkat akhir. Kampusku dekat sini dan biaya sewa rumah di sekitar sini sangat mahal. Sebagai gantinya aku akan menawarkan diri bekerja padamu sebagai .. apa saja. Tukang bersih2 rumah, tukang kebun, tukang masak atau apapun. Ku mohon pertimbangkan .” kata HyoRim penuh harap.

“ Kalau aku menerima warisan ini, bukankah kau akan dapat 1 juta won pertahun. Jadi untuk apa kau repot2 mikir uang sewa rumah .” tukas YongHwa.

“ Aku tidak mau uang itu. Aku hanya minta untuk diijinkan tinggal disini 1 tahun saja. Kumohon .” harap HyoRim. YongHwa menautkan kedua alisnya heran mendengar permintaan yeoja ini. Dia nggak mau uang 1 jt ? Aneh

“ Baiklah. Aku menerima usulanmu tapi hanya 1 tahun terhitung hari ini dan setelah itu kau harus keluar dr rumah ini.” jawab YongHwa.

“ Ghamsahamida YongHwa-ssi. Eeeh aku akan mulai berberes rumah. Sekali lagi gumawo.” rona wajah HyoRim langsung bersinar cerah. Sesaat YongHwa terpaku melihat paras yeoja itu. Cantik … aiisshh dia bekasnya ayahmu Yong bisiknya.

“ Dan ingat. Jangan mencampuri urusanku selama aku disini. Mengerti .” kata YongHwa sebelum keluar dari dapur.

“ Ne .. aku mengerti.”

***

“ Jadi kau akan menerima warisan itu Hyung ?.” tanya JongHyun lewat telpon pagi itu

“ Ne, aku kasihan pada anak itu. Lagipula 1 tahun itu nggak lama dan kerjaanku bisa kupindahkan kemari .”

“ Kau sendiri bagaimana ?.” lama tak terdengar jawaban JongHyun yg malah terdengar suara cekikikan manja seorang yeoja.

“ Hei kau sedang ngapain ?.” tanya YongHwa curiga. Ada suara perempuan pagi2 begini disisi dongsaengnya ? Dasar JongHyun playboy.

“ Mian hyung. Aku akan lihat properti yg di wariskan ayah kita minggu depan. Aku sedang sibuk saat ini.”

“ Terserah kamu lah.” YongHwa menekan tombol off pd ponselnya. Pandangan matanya mengarah ke luar jendela ruang kerja appa. Dilihatnya sosok HyoRim sedang menyiram tanaman dan sepertinya gadis itu sedang melamun karena air dari selang tidak mengarah ke tanaman tetapi pada body mobilnya.

“ Oh .” teriak HyoRim kaget menyadari mobil YongHwa sudah basah separuh. Dan saat kepalanya menengok arah ruang kerja ahjussi dilihatnya sosok bayangan YongHwa berdiri di depan jendela. Aduuh mati gue hari ini keluh HyoRim menyadari tajam sorot mata YongHwa tadi.

***

Seminggu…sebulan..dua bulan berlalu. HyoRim merasa kehidupannya benar-benar berjalan lambat. Rutinitas yg nyaris membosankan. Pagi hari bangun lalu memasak sarapan untuk YongHwa. Namun jarang sekali YongHwa turun untuk makan pagi. Toh begitu dia tetap menyediakan sarapan. Lalu setelah beberes rumah berangkat kuliah dan pulang menelang malam.

Untunglah direktur panti Jompo tempat HyoRim bekerja paruh waktu mengijinkan HyoRim mengatur sendiri jadwal jaganya disesuaikan dengan jadwal kuliah dan jadwal kapan harus sudah tiba dirumah. Walaupun YongHwa-ssi tak pernah bertanya apapun namun HyoRim tahu tugas2nya dirumah saat malam hari. Menyiapkan makan malam sebelum YongHwa-ssi tiba dirumah.

Namun malam ini kejadian agak diluar kebiasaan. Maria penghuni panti yg usianya mendekati 75 thn terkena serangan jantung dan kondisinya kritis hingga perawat yg bertugas memintanya jangan pulang dahulu untuk membantu perawat yg lain. Jam sudah menunjukkan 10 mlm saat HyoRim membuka pintu pagar. Semoga YongHwa-ssi belum pulang kerumah. Toh akhir2ini dia pulang hampir tengah malam doa HyoRim dalam hati.

“ Jam segini baru pulang ? kau itu kuliah atau ngapain ?.” desis suara di sudut ruang tamu yg gelap saat HyoRim melangkah masuk. Aduh dia sudah pulang, mati aku.

“ Mian YongHwa-ssi aku terlambat. Apakah kau sudah makan ? sebentar akan kubikinkan makanan untukmu.” jawab HyoRim gugup. Dengan ruang tamu yg tak dinyalakan lampunya sosok YongHwa duduk diam di sofa terlihat mengerikan.

“ Ani .. aku nggak berselera. Tinggalkan aku sendiri .” usir YongHwa.

HyoRim pov

Terbirit birit aku masuk ke kamarku. Huufftt hampir saja. Ihh tapi tadi YongHwa-ssi seram sekali. Nggak biasanya dia bersikap aneh seperti itu. Boro boro mengajakku bicara tentang ini dan itu. Menegurkupun sangat jarang. Ibaratnya kami hidup satu atap tapi tak pernah bersinggungan satu dengan yg lain.

YongHwa pov

Kenapa aku jadi marah2 pada gadis itu. Tapi dimana mana wanita sama. Hanya mengejar materi saja. HyoRim dulu simpanan abeoji. Segala kebutuhan hidupnya appa yg membiayai sampai uang kuliahpun appa yg bayar. Sekarang darimana dia dapat uang untuk bayar kuliah ? Dan apa yg dilakukan tiap hari hingga pulang selalu malam. Pasti jadi ayam kampus, ish.

Tak beda jauh dengan SeoHyun yg ternyata memilihku saat casting untuk jadi pasangan di serial WGM hanya karena aku sedikit lebih kaya dari 3 dongsaengku. Mula mula kuberi kalung karena tuntutan skenario tapi buntutnya sekarang minta cincin berlian Alexandre Christy beserta giwang dan kalungnya. Untuk pernikahan kita kelak oppa. Ciihh pernikahan hanya di dalam drama TV. Dan kala kutolak permintaan itu SeoHyun marah2. memang aku apanya dia . Huuuh menyebalkan.

Author pov 

“ Tapi aku sangat mencintaimu oppa. Ini bukan seperti sandiwara yg sedang kita lakoni.” terdengar teriakan yeoja saat HyoRim akan membuka pintu. sehabis jaga  shift malam di panti kompo. Jemarinya tergantung di gagang pintu.

“ Sudahlah SeoHyun nggak usah dramatisasi gitu. Kita nggak ada hubungan apa2. Dan syuting WGM sudah selesai, jadi kita lanjutkan hidup masing-masing. Arraso .” terdengan suara YongHwa.

“ Pasti ada wanita lain dihatimu. Aku sudah dengar gosip ini berbulan yg lalu tapi tak pernah kutanyakan padamu. Hatimu telah berpaling.” isakan SeoHyun terdengar mengiris hati.

HyoRim jadi tambah nggak berani masuk rumah. 

"Apa yg mesti kulakukan .." 

tess tess tess gerimis mulai jatuh membasahi tanah. Aduuh jangan hujan dong nggak ada tempat berteduh nih. Masuk rumah nanti menganggu kedua orang itu, di luar saja aku akan basah kuyup. Aarrggghh sialnya aku malam ini. Tetesan air semakin lama semakin deras.

“ Braaak “ suara pintu dibanting keras. Tak lama kemudian deru mobil menghentak keras dan sesaat saja mobil merah itu tlah hilang dari pandangan. HyoRim bergegas lari menuju rumah. Badannya telah basah kuyup. Hampir 2jam menunggu di bawah pohon yg menghindari hujan yg ternyata tetap sia-sia. Daun pintu mengayun terbuka saat HyoRim meraih pegangannya. Karena kaget badannya ikut terayun kedalam dan menubruk YongHwa yg sepertinya akan keluar rumah.

“ Mianhe YongHwa-ssi.” kata HyoRim terbata bata. YongHwa juga kaget dan spontan lengannya menahan bahu HyoRim agar tak terjatuh.

“ Darimana saja kau ?.” selidik Yonghwa melihat baju HyoRim basah kuyup.

“ Apa nggak bisa berteduh dulu seperti anak kecil saja main hujan2an.” HyoRim tidak menjawab pertanyaan YongHwa. Bibirnya berwarna biru tanda kedinginan dan badannya juga bergetar hebat. YongHwa jatuh iba melihat gadis ini. Ditariknya HyoRim kedapur.

“ Duduk dan keringkan kepalamu akan kubuatkan kau coklat panas.” kata YongHwa sambil melempar handuk kering pada HyoRim yg terheran heran melihatnya. Pasti ada malaikat yg sedang menempel sampai bersikap baik begini padaku kata HyoRim dalam hati sambil memandang punggung YongHwa yg sedang membuat minuman coklat untuknya..

“ Gumawo.” jawab HyoRim lirih. Hmm didalam rumah hangaattt hmm jadi ngantuk aku.

“ Nih minum coklatmu  …” kata kata YongHwa terputus saat berbalik dan melihat HyoRim sudah tertidur di meja.

“ Aiishh babo … bisa bisanya dia tertidur dengan baju basah seperti itu. Sebenarnya darimana saja dia hingga malam begini baru pulang.” YongHwa menatap polos wajah HyoRim. Rambut panjangnya tergerai lepek di punggung. Jemari YongHwa menyingkirkan helai helai rambut di pipi dan tanpa disadarinya malah membelai lembut pinggir wajah HyoRim. Manis juga batin YongHwa. Diangkatnya tubuh HyoRim untuk dipindahkan kekamar gadis itu.

“ Gumawo oppa .” bisik HyoRim lirih membuat YongHwa kaget. Dipandanginya wajah HyoRim tak nampak ekspresi apapun. Mengigaukah dia .. oppa ? dia memanggilku oppa atau sebenarnya ada orang lain yg dipanggilnya oppa ?. YongHwa tersenyum simpul.


bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komentarnya ya