Jumat, 18 Maret 2011

FF : I Think ... I Love You part 4




Author: Eonni k4D / @Eonn1k4D / facebook / blogspot
Genre: Romance
Rating: PG15
Cast
  • Jung Yong Hwa
  • Lee Jong Hyun
  • Seo Hyo Rim
Lenght : Chapthered
Disclamer : Member CNBlue adalah benar namun karakter dan cerita adalah milik author
Pernah diposting di: http://ffcnblue.blogspot.com

Note : Chapther 1Chapther 2 , Chapther 3



Senja telah berganti malam saat HyoRim terjaga dari tidur pulasnya. Kepalanya masih terasa pening dan suhu tubuhnyapun masih lumayan tinggi. Sejenak bingung memandangi kamar ini karena tidak familiar. Cahaya redup yg meneranginyapun hanya dari lampu nakas kecil di sisi tempat tidur.

HyoRim pov

Ahh aku tidur di kamar YongHwa ko bisa ya ? Aaiihh tadi pagi yg gantiin bajuku juga YongHwa-ssi dan lalu … laluu  …. Dia menciumku eehh tepatnya kami berciuman .. Oppss Tuhan. Aduh apa yg harus kulakukan kalau berhadapan dengannya lagi. Mau ditaruh mana mukaku ini. Malu maluuu .. cemas HyoRim.
Author pov
 
“ Sudah bangun ?.” suara berat dari sudut kamar mengejutkan HyoRim. Dilihatnya YongHwa tengah duduk di sofa yg terletak diujung kamar berdiri dan menghampirinya.

“ Masih agak panas.” kata YongHwa sambil menekankan jemarinya di kening  HyoRim.

“ Kau mau makan sesuatu ? Atau mau kubikinkan sandwich, susu coklat “

“ Teh manis saja kalau tidak merepotkan .” jawab HyoRim sungkan. YongHwa beranjak keluar kamar dan tak lama kembali membawa nampan berisi secangkir teh dan juga  sepiring biscuit.

“ Gumawo .” kata HyoRim saat YongHwa menyodorkan cangkir ke mulutnya. Saat jemari HyoRim bersentuhan dengan jemari YongHwa pada cangkir keduanya terlonjak kaget. YongHwa melepas cangkir itu dan meraih sebutir pil dari meja.

“ Telan ini sekalian untuk menurunkan panasmu. Dan makan sedikit biskuit itu. Pemberian dari JongHyun .”

“ JongHyun-ssi ?.” tanya HyoRim bingung.

“ Tadi pagi yg datang JongHyun saat kau kusuapi dan …. .” kata2 YongHwa terhenti mengingat kejadian pagi tadi. Pipi HyoRim bersemu merah dan menundukkan wajah menghindar tatapan YongHwa.

“ Mian sudah merepotkan. Eemm tapi bisakah aku minta tolong lagi YongHwa-ssi .” pinta HyoRim

“ Apa ?.”

“ Tolong telponkan tempat kerjaku, mungkin beberapa hari kedepan aku nggak bisa berangkat kerja dan mintakan pula pada ParkYuRi agar menggantikanku karena sewaktu dia cuti kemarin aku yg menggantikan dia .”

“ Tempat kerja ? Kau kerja dimana ?.” tanya YongHwa heran.

“ Di Panti Jompo Kasih. Saat ini hanya part time saja selama aku menyelesaikan kuliah. Dan di tempat itu juga aku dahulu bertemu dengan ahjussi Kim Byong Ah sewaktu beliau akan mendaftar masuk ke panti. Namun akhirnya tidak jadi karena aku bersedia menjadi perawat pribadi beliau di rumah ini .” HyoRim menjelaskan panjang lebar tanpa diminta, sementara YongHwa mengerutkan kening mendengarnya.

YongHwa pov

Jadi selama ini yeoja ini pulang kuliah langsung kerja. Kukira menghabiskan waktu dengan menjerat om-om hidung belang seperti yg selama ini dilakukannya terhadap appa, atau paling tidak ya bekerja tak jauh dari hal hal itu untuk membiayai kuliahnya. (#plak makanya tuh otak dicuci biat nggak kotor .. omel author)

Lalu appa yg terkenal keras kepala dan berhati batu ingin masuk panti jompo ? Tidak salah dengarkah aku. Dan HyoRim itu perawatnya bukan simpanannya. Aduh jadi nggak enak nih. Padahal berulang kali aku sudah menuduh yeoja ini sebagai simpanan appa. Aaiih jahat sekali pikiranmu Yong gerutunya.Tapi kenapa juga appa membutuhkan perawat segala. Apa yg disembunyikan appa.

Author pov

“ Baik nanti kutelponkan tempat kerjamu .” HyoRim melafazkan kata gumawo pelan tanpa terdengar. Saat dilihatnya YongHwa kembali duduk di sofa alis HyoRim bertaut heran.

“ Kenapa kau duduk disitu YongHwa-ssi ? Aku nggak usah ditunggui lagi. Sudah baikan kok .” ucap HyoRim nggak enak hati sudah terlalu banyak merepotkan YongHwa.

“ Aku tidur disofa sini, karena kamar tamu dipakai JongHyun dan nggak mungkin aku pakai kamarmu karena bednya masih basah. Apalagi di sofa ruang tamu .. brrr dingin.”

“ Tapi … “ kata HyoRim ragu-ragu.

“ Sudah tidur saja. Sofa ini cukup lebar kok .” putus YongHwa yg kemudian merebahkan tubuhnya di sofa yg sebenarnya sempit jika ditiduri tubuhnya yg besar itu. HyoRim mengatupkan bibirnya mendengar jawaban YongHwa

---

“ Nelpon siapa Hyung pagi-pagi gini ?.” tanya JongHyun sewaktu masuk ke dapur dan melihat YongHwa sedang berbicara serius dengan seseorang.

“ Direktur Panti Jompo Kasih .” jawaban YongHwa menimbulkan kerut diatas alis JongHyun tanda bertanya tanpa kata.

“ Ternyata HyoRim selama ini bekerja part time disana setelah pulang kuliah.”

“ Mwwooo kerja perawat ? .. jadi dia bukan gadis panggilan … Aduuuhhh “ JongHyun mengelus jidatnya yg dijitak YongHwa.

“ Jaga bicaramu .” omel YongHwa ketus sambil menyeduh teh.

“ Aiissshh bukannya kau sendiri yang bilang padaku kalau HyoRim cewek panggilan dan lebih tepatnya simpanan appa .” sunggut JongHyun.

“ Appa bertemu HyoRim saat mendaftar di Panti itu, tapi appa nggak jadi masuk ke panti karena HyoRim bersedia jadi perawat pribadinya .” alis JongHyun naik tanda heran.

“ Appa ingin masuk Panti Jompo ? … aiisshh bukannya dia laki2 yang gagah dan keras kepala. Untuk apa dia ingin masuk panti jompo ? .” kata JongHyun dan sesaat mengenang abeojinya yg keras kepala atau malah bisa dibilang sosok orangtua yang kaku terhadap anak2nya. Huufftt

“ Aku juga tidak tau, tapi tadi aku tanya Direktur Panti dan dia membenarkan jika appa pernah mendaftar disana .” sesaat dapur dalam keadaan hening kala kedua bersaudara berkutat dengan pikiran masing2.

“ Kau mau kemana Hyung ?.” tanya JongHyun saat melihat YongHwa beranjak keluar sambil membawa nampan.

“ Mau antar sup dan teh ini pada HyoRim .”

“ Berarti dia bukan simpanan appa. Yeoja secantik itu dengan profesi sebagai perawat jompo pasti hatinya lembut dan baik.  Sepertinya juga belum ada pacar dan aku juga baru putus dari Eugene .. hmm mm .” JongHyun berdehem dehem menggoda.

“ Jangan macam2 kau.” ancam YongHwa ditimpali tawa keras JongHyun.

---

“ Kau mau kemana ?.” tanya YongHwa saat melihat HyoRim duduk di pinggir tempat tidurnya.

“ Ehhh kurasa aku sudah baikan YongHwa-ssi. Aku mau kembali ke kamarku saja. Mian sudah merepotkan.” jawab HyoRim gugup terlihat dari jemarinya yg bertautat.

“ Bednya belum kering, barusan kujemur di luar. Mandi dulu sana dan setelah itu kau habiskan sarapan itu. “ kata YongHwa setengah memerintah sambil meletakkan nampan di meja samping tempat tidur.

“ Yaaa knapa kau belum juga pergi mandi. Apa perlu kubantu memandikanmu ?.” tanya YongHwa saat melihat HyoRim belum beranjak dari bed.

“ Ani .. aniyoo .. aku akan mandi segera .” jawab HyoRim sambil terbirit birit keluar dari kamar diikuti senyuman geli YongHwa.

HyoRim pov

Huufftt apa yang ada di otak YongHwa-ssi. Akan membantuku mandi ? sudah gila kali dia. Aaiihh aaiihh jantungku rasanya mau meledak mendengarnya. Dan kenapa senyumnya yang jarang diperlihatkan itu membuat kakiku lemas begini. Oohh

YongHwa pov

Yeoja itu sangat cantik saat bangun tidur. Rambutnya yg acak-acakan membuatku ingin membelainya. Semburat merah dipipi tadi membuatku ingin menciumnya. Haduuuhh kenapa otakku seakan mulai nggak di jalan lurus lagi ya ?. Pasti gara2 HyoRim. Keluar saja ah dari kamar ini, nanti kalau dia kembali aku jadi semakin ingin … Haaahhh
(#plak .. betul keluar dari situ Yong, jangan sampai kau ternoda eh menodai .. Aisshh gila lo Thor bikin ff jangan yg vulgar dong omel YongHwa kekhi)
---

Author pov

“ Hmm segar sekali baumu HyoRim .” kejut seseorang saat HyoRim setengah melamun keluar dari kamar mandi.

“ Ah JongHyun-ssi. Mian aku kelamaan mandi, apa kau mau pakai kamar mandi ini, apa air di kamar tamu mati lagi ?.” tanya HyoRim sedikit heran melihat JongHyun bersandar di dinding depan pintu kamar mandi.

“ Ne aku sudah mandi kok. Aku sengaja menunggumu.” jawab JongHyun

“ Emm ada apa ya ?.” HyoRim semakin heran.

“ Kau ada acara tidak hari ini. Hmm mm mau enggak kuajak jalan siang ini ?” tanya JongHyun agak ragu2.

“ Memang kau mau ajak aku kemana ?” tanya HyoRim semakin heran. Memang dari ke4 bersaudara JongHyun paling ramah padanya sejak awal. Tapi akhir2 ini bersikap semakin semakin ramah lagi, bahkan sering mengajak HyoRim bercanda. Lalu yang katanya hanya menginap selama 1 minggu jadi molor sampai 3 minggu lebih walaupun tidak setiap hari tidur di rumah, tapi dalam 3 minggu terakhir rumah ini adalah tempatnya pulang.

Ada dech. Nggak seru dong kalau kubilang duluan. Mau yaaa plisss .” JongHyun memasang tampang memelas membuat HyoRim nggak tega.

“ Oke dech. Tapi pulangnya jangan malam2 ya. Nanti aku dimarahin Hyungmu kalau waktu dia pulang nggak ada makan malam di meja.”

“ Sepss. Kita berangkat sekarang saja bagaimana ? Kuberi waktu 5 menit buat ganti baju. aku siapin mobil dulu .” kata JongHyun senang sambil bersiul keluar menuju garasi. HyoRim hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.

---

Jam di dinding menunjukkan angka 11.50 hanya bergeser 5 menit saat YongHwa terakhir kali melihatnya. Mondar mandir gelisah di ruang tamu sambil sesekali memencet beberapa nomer di hpnya.

YongHwa pov
Pergi kemana saja HyoRim sampai jam segini belum pulang. Kutelpon panti jompo mereka bilang dia sedang libur 2 hari. Apa pergi kerumah temannya ? tapi rasanya dia tidak punya teman dekat. Dan JongHyun … aaiihh anak itu pergi selalu nggak pernah bilang. EGP dech
Atau mereka pergi bersama ? Akhir2 ini keduanya akrab sekali. Aaaiissshh memang apa peduliku dengan HyoRim ? dan JongHyun, dia selalu ramah terhadap perempuan, sang penggoda. Tapi kalau mereka pergi bersama berarti …. Omoo  aku seperti orang cemburu saja.
Author pov

---

Matahari belum sepenuhnya menampakkan sinarnya saat sebuah mobil memasuki halaman. Tak lama kemudian HyoRim turun dari mobil. JongHyun segera menyusul dan sesampainya di depan pintu JongHyun memeluk erat HyoRim dan mencium keningnya.

“ Gumawo HyoRim...sudah sudi menemaniku semalam.” kata JongHyun dibalas senyum manis HyoRim.

“ Aku bisa saja jatuh cinta padamu tapi rasanya nggak mungkin. Kau tahu sendiri kan .” kata JongHyun lagi.

“ Aku tahu JongHyun-ssi. Lalu apa rencanamu selanjutnya ?.” tanya HyoRim.

“ Aku akan segera kembali ke Busan. Tolong bereskan barang2ku dan kalau kau tidak keberatan kirimkan lewat paket ke Busan dan sampaikan pada Hyung, mian aku nggak sempat pamit. Ahh tapi nanti dia akan ketelpon saja. Sekali lagi gumawo HyoRim. Sampai ketemu lagi .” pamit JongHyun.
Dan mobil silver itupun meninggalkan debu tipis di halaman. HyoRim tersenyum melihat JongHyun yang masih sempat melambaikan tangannya. Tanpa di sadari sepasang mata yg berselimut kemarahan memperhatikan keduanya dari balik jendela.

“ Jadi HyoRim pergi dengan JongHyun, dan mereka menghabiskan malam bersama. Pantas handphone keduanya tidak bisa kuhubungi.” kata YongHwa pada dirinya sendiri.

Hati YongHwa dipenuhi rasa marah bercampur cemburu. Terakhir kali sejak berciuman hubungan mereka semakin membaik. Tapi melihat pemandangan tak terduga di pagi hari ini kabut hitam mulai menyelubungi hatinya.


bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komentarnya ya