Rabu, 09 Maret 2011

FF : Love Light part 4



Cast
Lee Jong Hyun
Jung Yong Hwa
Nikita Willy

Other Cast
Pemeran pembantu:
Ham Eun Jung ( T-ara)
HeeChul (SuJu)
Lee Hongki (ft island)
Jang Keun Suk
KimBum
Lee Minho
Shindong (SuJu) 
 

Note:
Langsungan saja ya boice. Habis bingung milih kata2 pembuka . he he he he. Selamat koment dan di tunggu ritikan n masukannya untuk bahan part 5 ya #plak emang mau sampai chapther berapa eonnn ?


Hall B Yonsei Univ di penuhi teriakan penuh semangat. Suara berisik pantulan bola basket di adu dengan bunyi music yang keras bercampur aduk di telinga.

“ Hongki, knape juga loe nyanyi segala. Suara loe jelek tau bikin telinga gue keluar cairannya nih “ protes Heechul (iihh jijaayy )
 
“ Suka – suka gue dong. Mulut-mulut gue ko elo yg protes. Ngiri ya album FT Island lebih booming dari  pada SuJu .” bales Hongki cuek.
 
“ Mwoo .. nggak salah tuh ? .” Shindong dengan badan gempalnya menyikut Hongki hingga terpental menubruk KeunSuk hingga hape samsung galaksinya terlontar jatuh (untung tahan banting spt punyanya author #pamer)
 
“ Kalian gila yaaa, gue lagi belajar twitter tau. Dari kmaren blom bisa2 nih. Sampai eels gue boongin kalau gue nggak buka akun twit krn sibuk, padahal gue nggak tau cara makenya .” Sukkie ngaku kalo selama ini cuman numpang akun twitnya @cri-j atau @falconseo
 
“ Mianhe hyung. Heechul nih yang mulai duluan .” rengek Hongki setengah takut. Siapa yg nggak keder lihat tatapan mata Sukkie ples monyong bibirnya kalau pas marah. 
 
“ Mwoo .. “ Heechul melotot kea rah Hongki yg melet2in lidah.
 
“ Ada apa ko ribut ? .” tanya Minho mendekat sambil menyeka keringat di lehernya.
 
“ Paling juga berebut cewek lagi mereka .” sahut KimBum nyantai.
 
 “ Emang ada barang baru ? Kenalin ke gue dong gan .” timpal JongHyun. Mendengar kata cewek langsung dech telinganya macam kelinci, tegak lurus setinggi antenna.
 
“ Pletak “ “ Aduuhhh .” kepala JongHyun kena timpukan botol air mineral. 
 
“ Kalau dengar kata cewek aja langsung semangat. Dasar kau babo .” kata seorang yeoja yg marah dan segera kabur ke luar Hall di iringi tatapan bingung JongHyun.
 
“ Apa salah gue di timpuk gini ?.” tanya JongHyun kearah namja lainnya yg juga ikut bengong.
 
“ Loe sih. Knapa jg ngomong soal cewek di depan EunJung. Bukannya dia pacarmu ?.” jawab Heechul.
 
“ Mwooo ? Pacar siapa ? Ham EunJung pacarku ? Sejak kapan ? .” JongHyun balik naya.
 
“ Bukannya dia pacarmu ? Kemana mana kalian selalu berdua. Kita sih taunya dia pacar loe .” jawab Shindong yg diam-diam naksir EunJung sejak semester 1 tapi ngerasa kalah bersaing dengan JongHyun.
 
“ Nee… Aku dan EunJung cuman berteman aja ko. Dulu kami satu sma dan sekarang satu jurusan lagi. Yaachh kurasa wajar saja kalau kami sering jalan bareng.” elak JongHyun disambut senyum cerah Shindong. Alhamdulillah ada kesempatan. Yang lain hanya manggut mangut aja mendengar jawaban JongHyun.

Dan pembicaraan segera beralih ke persiapan team basket Yonsei menghadapi kejuaraan olahraga tahunan antar Universitas. Sudah pasti juga lawan terberat mereka adalah team Merah dr Univ Korea . Tahun ini Yonsei harus menang karena tahun lalu team merah berhasil mempercundangi senior2 mereka. (Univ Korea memakai atribut berwarna merah dan menyebut kejuaraan tahunan ini Ko-Yon Games. Sedangkan Univ Yonsei memakai atribut warna biru dan menyebutnya Yon-Ko Games.terj )


“ Hyung, aku nggak jadi ikut kamu. Hyung Suk ngajak ke dorm ANJell, jenguk Minam katanya sedang demam .”  kata Hongki sebelum JongHyun menstater Yamaha V-Max nya.
 
“ Oke. Gue jalan dulu. Salam buat Minam moga cepet sembuh “ JongHyun perlahan menyusuri jalanan Seoul di malam hari dengan santai. Tidak banyak kendaraan yang lalu lalang. Sesaat pikirannya teralihkan oleh sikap EunJung tadi sore. Apakah benar yang di katakan anak2 kalau EunJung menyukaiku ? .. Aahh nggak mungkin. Dia sudah paham siapa aku jadi nggak mungkin dia menyukaiku.Tiba-tiba ada yang melompat di hadapannya.


“ Ciiiiiittttt .” suara rem beradu dengan aspal
 
“ Bruukk .” seseorang terjatuh menimpa JongHyun berserta motornya sekalian. Walaupun termasuk motor gede tapi tadi JongHyun sedang melamun hingga tidak siap saat ada yg menghambur di depannya.
 
“ Aduh sialaaaann. Nyebrang nggak liat jalan. Punya mata nggak sih loe .” umpat Jonghyun. Kosakata yang kalau di artikan jelas nggak enak didengar kuping mengalir deras dr mulutnya. Sakit tahu. Sudah kejatuhan orang di tambah bobot berat motornya. Aarrggghhh

“ Mianhe .. mianhe “ terdengar isak lirih ketakutan. JongHyun sejenak menegang kaget. Suara yeoja dan dia menangis ?.
 
“ Sudah nggak apa-apa.” JongHyun berhasil berdiri dan melihat yeoja itu mengusap pipinya sera terburu2 berdiri dan meraih tasnya yg terjatuh sambil berulang kali menengok kebelakang seolah di kejar sesuatu. Akhirnya JongHyun paham apa yg ditakuti yeoja itu setelah dua orang mabuk mendekati keduanya.

“ Noonaa. Mengapa berlari, ayo kita lanjutkan acara kita “ laki2 pemabuk berusaha menarik lengan Nikita. 
 
“ Yaa .. mau kau bawa kemana pacarku ?.” bentak JongHyun keras membuat kaget ketiga orang. Dua orang pemabuk serta yeoja yg matanya bersimbah air.
 
“ Dia pacarmu ?.” tanya pemabuk kedua agak tidak yakin.
 
“ Kalau iya kenapa ? Aku baru saja akan menjemput dia, jangan macam-macam .” ancam JongHyun galak. Kedua pemabuk saling berpandangan dan seolah sadar bakal menghadapi lawan yang tangguh maka keduanya beringsut pergi.
 
“ Mianhe .. saya kira dia tidak punya pacar.” diiringi tatapan galak JongHyun kedua pemabuk itupun berlalu.

“ Bruuukss.” Suara benda jatuh.
 
“ Aigoooo. Haiii noonaaa bangun. Hedeehh malah pingsan segala . Aiisshhh sial benar malam ini ” gerutu JongHyun sambil nenepikan  motornya dan menggedong yeoja itu untuk didudukkan di pinggir trotoar (habis mau dimana lagi, bangku taman jauh. Apalagi kalau sampe ninggalin motor yg mahal di pinggir jalan bisa ilank donk)


JongHyun pov

Haduh mampus gue kalau ini cewek sampe mati. Duuhh gimana nih, panggil ambulans atau polisi ya ? Ntar kalau ditanyain knapa dia pingsan, gue mesti jawab apa dong. Aaahh payah payah tau gini tadi ngikut Hongki jenguk Minam.
Tapi tunggu dulu, wajah gadis ini sepertinya bukan wajah orang Korea. Orang luar kah ya ?. Cantik, kulitnya hmm coklat ? Orang asia mana dia ? dan ngapain malam-malam gini keluyuran. Jangan-jangan TKI yg kabur, aiiisshhh semakin kacau nih urusan. Runtuk JongHyun kesal sambil garuk2 kepalanya yg nggak gatal sambil sesekali menggoyang goyangkan tubuh gadis itu.

Nikita pov

Alhamdulillah mereka sudah pergi. Tapi namja ini ko marah banget ya, gimana nih. Sudah jatuh ketimpa tangga pula nih gue. Blank .. gelap .. sunyi …
Sayup terdengar suara memanggil, dan tubuhnya terasa di goncang2kan. Aduuh sakit tauu keluhnya.


“ Akhirnya bangun juga kau. Nih minum” kata namja galak yg tadi sambil menyodorkan sebotol air mineral. Nikita bengong saja memandangi botol air itu.
 
“ Heeh minum aja biar loe sadar betulan. Air ini baru ko, bukan bekas gue jd jangan takut kalau ketularan penyakit .” duuh galak betul nih cowok guman Nikita tapi diminum juga air itu.
 
“ Gamsahabnida .” 
 
“ Bukan orang Korea ya ? Ngapain malam-malam masih keluyuran .” tanya JongHyun seolah interograsi.
 
“ Bukan, saya dari Indonesia. Tadi nungguin bus no 100 baru pulang kuliah .” 
 
“ Di Univ Korea situ ?.” tunjuk JongHyun nggak yakin pada bangunan megah di belakangnya ( Univ Korea .red). Di jawab anggukan kepala Nikita.
 
“ JongHyun imnida. Namamu. Tinggal di Korea mana saat ini ?.” maksud loe paan sih, tinggal dimana getu lho.
“ Nikita imnida. Tinggal dengan teman di GyunPyo Building .”
 
“ Oh aku tau tempat itu. Itu gedung apartemen milik temanku Minho. Ayo kuantar sepertinya kamu nggak bakalan bisa naik bis. Jam segini bis terakhir sudah lewat .” Nikita ragu-ragu menerima tawaran JongHyun, ini orang baik atau hanya pura2 baik ya ?
 
“ Tenang aku nggak akan gigit kok. Sudah jinak. Kalau kamu nggak percaya aku orang baik. Bisa kau bawa KTP SIM dan dompetku sekalian. Ntar kalau ada apa2 dengan kamu, kamu bisa lapor polisi .” JongHyun merogoh kantong celananya.
 
“ Aniyo .. Aku percaya ko kamu orang baik. Gumawo .” kata Nikita. Tak lama keduanya melaju perlahan. Dingin semakin mengigit kulit Nikita.

“ Yaa … peluk saja aku jadi kamu nggak kediginan. Nah seperti ini .” kata JongHyun tiba-tiba menarik lengan Nikita yg semula di sisi tubuhnya agar memeluk dirinya. Nikita kaget, tapi yaahh benar-benar hangat orang ini pipinya menyentuh hangat punggung JongHyun. JongHyun tersenyum simpul saat melirik Nikita dari kaca spion.


“ Aigooo .. darimana saja kamu Niki ?. Baru saja aku akan keluar mencarimu. Kukira kau tersesat lagi ” sambut YongHwa begitu Nikita membuka pintu apartemen.
 
“ Mianhe oppa .”
 
“ Heii apa yang terjadi padamu ?. Lho kenapa dengan kaki mu itu ?.”  tanya YongHwa cemas melihat dengkul Nikita berdarah. Nikita menjelaskan versi singkat kejadian di halte bus tadi. Sesekali YongHwa mengerutkan kening.
 
“ Lain kali kalau ada kuliah malam, kau bilang oppa atau eonni. Jadi aku atau EunJung bisa menjemputmu .”
 
“ Tapi aku nggak mau ngrepotin oppa sama eonni.”
 
“ Yaa.. aku bakal tambah repot lagi kalau sampai terjadi sesuatu dengan kamu. Orang tuamu sudah menitipkan kau pada kami untuk di jaga. Aiisshh untung namja yg mengantarkanmu itu baik. Kalau dia juga orang jahat bisa mati aku.” omel YongHwa panjang lebar terpotong kuap kantuk Nikita.
 
“ Duduk sana, biar kubersihkan lukamu.”
 
“ Aku bisa sendiri oppa.” tolak Nikita jengah nggak enak sudah merepotkan namja satu ini.
 
“ Cerewet. Duduk saja knapa, masih protes segala.” Nikitapun menurut sementara YongHwa meraih kotak p3k di atas lemari. Sesekali meringis menahan perih Nikita mengamati YongHwa yg berlutut dihadapannya. Oppa sangat baik padaku, sikapnya selalu lembut dan penuh perhatian.

“ Ehh eonni mana ? ko nggak kelihatan, apa sudah tidur ?.” tanya Nikita.
 
“ Tidur apanya. Dia nggak pulang malam ini katanya lagi bt. Sekarang nginep di tempat ShinHye .” haahh jadi malam ini hanya mereka berdua di rumah batin Nikita kaget. Di Indonesia nggak bakalan terjadi dech tapi kalau di sini kan biasa aja kali yaaa.
 
“ Nah selesai sudah .” YongHwa memplester lecet di lutut Nikita dan berdiri. Disaat bersamaa Nikita juga berdiri dan menengadahkan wajahnya hingga sejajar dengan wajah YongHwa. Huugggss jantungnya seakan berhenti berdetak, tatapan mata oppa sepertiya akan …
 
“ Waduh keningmu lebam. Diam dulu biar kuberi salep pereda memar.” 
 
“ Ahh sudah kuberi salep. Sekarang apa kepalamu ada yang benjol juga ? Apa ada yg sakit ?.” tanya YongHwa meraba bagian belakang kepala Nikita dengan lembut dan sesekali menekan2nya. Nikita hanya menggelengkan kepala tak bisa berkata apa-apa.
 
“ Oke beres.” YongHwa membereskan perlengkapan p3k dan beranjak pergi. Huaaahh Nikita menghela nafas panjang, kirain tadi oppa akan … (#plak jangan mikir ngeres yak kata author)


“ Niki ?.” panggil YongHwa di balik pintu sambil mengetuk pintu kamar.
 
“ Nggak di kunci oppa. Ada apa ?.” Nikita setengah ngantuk bersandar di bantal. Perlahan YongHwa masuk kekamar sambil membawa nampan.
 
“ Minum aspirin ini. Aku tahu kamu pasti mulai pusing dan habiskan susu ini agar tidurmu nyenyak.” kata YongHwa sambil duduk di sisi tempat tidur dan menyodorkan sebutir pil pahit dan segelas susu. Dengan cemberut Nikita menerima gelas itu, padahal YongHwa tahu dia tidak suka susu, bikin gemuk. Apalagi kalau minumnya malam-malam. Tapi dibawah pelototan mata YongHwa akhirnya dengan sangat terpaksa Nikitapun menghabiskan susunya.
 
“ Nih sudah habis.” kata Nikita jengkel sambil mengangsurkan gelas dan nyungsep lagi di balik selimut.
 
“ Bagus. Selamat tidur Jagiya.” kata YongHwa mengecup kening Nikita dan beranjak keluar kamar tanpa menoleh lagi. YongHwa perlahan menutup pintu sambil bibirnya tersungging senyum lebar.

Nikita pov

Mwwoooo . apa tadi yang dilakukan Yong oppa. Mencium keningku ?. O mai god nggak ngimpikah aku ? Dan apa tadi katanya .. “ Selamat tidur jagiya “ … ommmoooooo aahh oppa .. apa maksudmu ? (#plak seneng kan kamu huuhhh, giliran author yg jeles) Mata Nikita malah nggak bisa terpejam. Pikirannya melayang layang jauh menembus awan malam yg gelap.


Bersambung (lagi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komentarnya ya